http://m.facebook.com

xmlns:b='http://www.google.com/2005/gml/b' xmlns:data='http://www.google.com/2005/gm

Rabu, 08 Februari 2017

Konsep dasar menejemen kelas





MAKALAH


 





















OLEH :

SYAMSUL ARIFIN
ABDUL KUHOLIK
MAYSUNAH



SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM STAI AL-KHAIRAT
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STADI MANAJEMEN  PENDIDIKAN ISLAM

KATA PENGANTAR


            Puji syukur senantiasa penulis panjatkan ke hadlirat ilahi Robbi, karena berkat limpahan rahmat dan hidayah-nya penyusunan makalah ini dapat di selesaikan secara lancar. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad Saw yang telah membawa manusia dari alam kegelapan menuju alam yang terang menderang.
            Makalah  ini di susun untuk memenuhi salah satu persyaratan tugas  pada sekolah tinggi agama islam Al Khairat pamekasan.
            Penyusun makalah ini tidak akan terwujud dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami menyampaikan ucapan terima kasih terutama kepada yang terhormat Ibu haridah s.pd MM  selaku dosen pengampu studi manajemen kelas atas tugas yang telah diberikan terhadap kami.
            Akhirnya, semoga makalah ini dapat bermanfaat dan memberikan kontribusi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah.
.                                                                      

Pamekasan, 08 Pebruari 2017
                                                                                                        Penulis

                                                                                   KELOMPOK I




DAFTAR ISI
                                                                                                                       
Halaman Sampul .............................................................................................      i
Kata Pengantar.................................................................................................      ii
Daftar Isi .........................................................................................................      iii
A.    Latar Belakang Masalah ...........................................................................      1
B.    Rumusan Masalah .....................................................................................      4
C.    Pengertian manejemen kelas.....................................................................      4
D.    Tujuan paengelolaan kelas.........................................................................      4
E.     Factor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas .............................      6
F.     kesimpulan ................................................................................................      7
G.    saran-saran  ...............................................................................................      7
H.    Daftar pustaka ...........................................................................................      8




  
Bab I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Manajemen kelas merupakan aspek pendidikan yang sering dijadikan perhatian utama oleh para calon guru, guru baru, dan bahkan guru yang telah berpengalaman  sekalipun. Alasannya, sederhana karena calon guru, guru baru, dan guru yang telah berpengalaman berkeinginan agar para peserta didik dapat belajar dengan optimal. Dalam arti guru mampu menyampaikan bahan pelajaran diserap oleh para peserta didik dengan baik.
Penciptaan kelas yang nyaman merupakan kajian dari manajemen kelas. Sebab manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku guru dalam uapayanya menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik untuk belajar dengan baik
Di kelas segala aspek pembelajaran bertemu dan berproses. Guru dengan segala kemampuannya, murid dengan segala latar belakang dan potensinya, kurikulum dengan segala komponennya, metode dengan segala pendekatannya, media dengan segala perangkatnya, materi dengan segala sumber belajarnya bertemu dan berinteraksi di dalam kelas. Lebih lanjut hasil pembelajaran ditentukan pula oleh apa yang terjadi di kelas. Oleh karena itu, selayaknyalah kelas dimanajemeni secara baik, profesional, terus-menerus dan berkelanjutan. Untuk sampai pada tujuan yang dimaksud diperlukan pemahaman akan hal­-hal umum/prinsip-prinsip manajemen kelas terlebih dahulu sebelum sampai kepada pemahaman yang lebih khusus. Bab ini adalah bab yang mengulas tentang konsep dasar, prinsip-prinsip manajemen kelas yang bahasannya meliputi: pengertian manajemen kelas; tujuan, dan masalah manajemen kelas, ruang lingkup manajemen kelas. Pemahaman akan konsep dasar manajemen kelas ini penting dikuasai sebelum hal-hal khusus diketahui.
       b. Rumusan masalah
Berangkat dari latar bealakang dim aka kami perlu merumuskan beberapa masalah:
1.      Apa yang dimaksud dengan Manajemen kelas?
2.      Apa saja tujuan pengelolaan kelas?
3.    Apa saja Faktor-Faktor Yang Mempengarui Pengelolaan Kelas?

C. Tujuan penulisan
1.   Untuk mengetahui yang dimaksud dengan Manajemen kelas.
2.   Untuk mngetahui apa saja tujuan  pengelolaan kelas.
3.   Untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengarui Pengelolaan Kelas
.




























Bab II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian manejemen kelas
Manajemen kelas berasal dari  bahasa inggris yaitu “management”yang        artinya pengelolahan, tata laksana, tata pimpinan
Kelas adalah sebuah ruangan yang di batasi oleh empat diding yang di gunakan dalam proses belajar mengajar oleh sekelompok siswa yang pada waktu , tempat dan guru yang sama dalam pembelajaran[1].                                      Definisi manajemen yang  dikemukakan oleh Daft (2003:4) sebagai berikut :
        "manajement is the attaiment of organizational goals in an affective and efficient manner through planning organizing leading and controlling organizational resources". Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti bahwa manajemen merupakan pencapaian tujuan organisasi dengan cara yang efektif dan efesien lewat perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengawasan sumberdaya  organisasi[2]
Oemar malik berpendap bahwa kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan secara bersama-sama dan mendapat pembelajaran dari gurunya[3]
Kelas dalam arti umum menunjukkan kepada pengertian sekelompok siswa yang ada pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dan dari guru yang sama pula.[4]
Jadi manajemen kelas adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan guru di dalam kelas ,menciptakan ,mempertahankan ,dan menperbaiki kondisi kelas yang optimal sehingaga menjadi efektif dan efesien yang meliputi tujuan pembelajaran ,waktu, peralatan,fasilitas belajar  dan pengelompokan siswa dalam belajar[5]





B.    Tujuan pengelolaan kelas
Tujuan pengelolaan kelas yaitu agar setiap anak di kelas dapat belajar dengan tertib sehinga tercapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efesien[6].
adapun tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan secara umum tujuan pengelolahan kelas adalah penyedian fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosianal, dan intelektual dalam kelas[7].
Selain itu masih banyak tujuan pengelolaan kelas di antaranya:
a.   Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang ekonomi, sosial budaya serta sifat-sifat individunya
b.   Terciptanya suasana atau kondisi belajar mengajar yang kondusif(lancar,di siplin, dan bergairah)
c.   Terjadinya hubungan baik antara guru dengan, siswa.[8]
C.    Faktor-Faktor Yang Mempengarui Pengelolahan Kelas
Pengelolaan kelas bukanlah permasalahan yang berdiri sendiri, tertapi terkait dengan berbagai faktor, pemasalahan anak didik adalah faktor utama yang terkait lansung  dalam hal ini, karena pengelolaan kelas yang di gunakan guru tidak lain adalah  untuk meningkatkan kegairahan belajar anak didik baik secara kelompok maupun secara individual[9].
Masalahan pengelolaan kelas bukan pula merupakan tugas yang ringan. berbagai faktor yang mempengarui pengelolaan kelas ada dua yaitu faktor interen eksteren. faktor interen , siswa berhubungan dengan masa emosi ,pikiran dan perlaku. sedangkan faktor eksteren ,siswa terkait dengan masalah suasana lingkungan belajar penempatan siswa pengelompokan siswa ,jumlah siswa di kelas dan sebagainya.[10]
Adapun faktor lain yang mempengarui pengelolaan kelas yaitu :
a.      Kurikulum
Kurikulum haruslah di rancang dalam membatu anak-anak mencapai tujuan pendidikan, yang di selengarakan secara berencana dan terarah serta teroganisir, karena kegiatan kelas bukan sekedar di pusatkan pada penyampaian selanjutnya materi pembelajaran atau pengetahuan yang bersifat intelektualistik akan tetapi juga memperhatikan aspek pembentukan pribadi  baik sebagai makluk  individual  dan makluk sosial maupun sebagai makluk yang bermoral.[11]
b.     Gedung dan sarana kelas atau sekolah
Perencanaan dalam membagun sebuah gedung untuk sebuah sekolah berkenaan dengan jumlah dan luas setiap ruangan, letak dan dekorasinya yang harus disesuaikan dengan kurikulum yang di pergunakan.[12]
c.      Guru
Guru juga harus bisa menciptakan suasana dalam kelas agar terjadi  mengajar yang dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik  dan sungguh-sungguh.[13]
d.     Murid
Murid sebagai unsur kelas harus perasaan kebersamaan, hal tersebut merupakan kondisi yang sangat penting untuk terciptanya kelas yang dinamis. oleh karena itu setiap murid harus memiliki perasaan terhadap kelasnya dan ikut serta dalam kegiatan kelas.[14]
e.      Dinamika kelas
Dinamika kelas pada dasarnya berarti kondisi kelas yang diliputi dorongan untuk aktif secara terarah yang dikembangkan melalui kratifitas dan inisiatif murid sebagai suatu kelompok ,untuk untuk itu setiap wali atau guru kelas harus berusaha menyalurkan berbagai saran ,pendapat,gagasan, potensi dan energi yang dimiliki murid menjadi kegiatan –kegiatan yang berguna .dengan demikian kelas tidak akan berlansung secara menbosankan [15]
Dinamika kelas ini di pengaruhi oleh berbagai komponen yang sangat di saratkan dalam pengelolaan kelas yaitu:
1)  Kegiatan administrasi manajemen di antaranya
Ø  Perencanaan kelas
Ø  Pengorganisasian kelas
Ø  Pengarahan kelas koordinasi kelas
Ø  Komunikasi kelas
Ø  Kontrol kelas
2)  Penataan ruangan dan alat pengajaran
Ø  Pengaturan ruangan belajar
Ø  Pengaturan tempat duduk
Ø  Ventilasi (pertukaran udara bersih) dan pengaturan cahaya Ventelasi (pertukaran udara bersih)  dan pengaturan cahaya
Ø  Pengaturan penyimpan barang
3)  Kedesiplinan kelas
Di sekolah disiplin banyak digunakan untuk mengontrol tingah laku peserta didik yang di kehendaki  agar tugas-tugas di sekolah dapat berjalan dengan optimal.













Bab III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Manajemen kelas adalah seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan situasi kelas yang kondusif dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang optimal
Tujuan manajemen kelas adalah untukmenciptakan lingkungan belajar yang nyaman, menyenangkan, sehingga pembelajaran dapat berjalan kkdengan tenang, memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuannya semaksimal mungkin dan membentuk prilaku berbudaya dan berakhlak mulya
Masalah yang sering timbul dalam aplikasi manajemen kelas adalah idual yang disebabkan karena kelas yang kurang kohesif, karena perbedaan suku,jenis kelamin, adanya penyimpangan tingkah laku, yang menjadi ruang lingkup manajemen kelas adalah kegiatan akademik dan kegiatan administrasi, serta pembentukan perilaku yang bermoral bagi peserta didik
B.    Saran-saran
Dalam penyusunan makalah yang sangat sederhana ini tentunya banyak kekurangan dan kekeliruan, yang menjadi sorotan adalah bagaimana makalah ini dapat disusun setidaknya mendekati kata sempurna dan dapat mencakup substansi materi yang ingin disampaikan sehingga tujuan pembelajaranpun dapat terpenuhi. Dalam kesempatan ini kami selaku penyusun tentunya sangat mengharapkan segala saran, kritik dan pengayaan yang bersifat membangun dan dapat diberikan landasan pijakan dari teori yang akan kami tambahkan demi kesempurnaan penyusunan yang akan datang.









DAFTAR PUSTAKA

Haridah stai al khairat 04.02.2017
http://students.blok.unnes.id/Alenzty.pengertian manajemen kelas
Pdf Suharsimi Arikunto,pengelolahan kelas dan siswa.jakarta:rajawali,1992 hal 185





[2] http://www.scribd.comjamridafrizal.S.Ag.pengertian kelas
[3] http://namakusyamsul44.blogspot.com
[4] Haridah stai al khairat 04.02.2017
[5] http://students.blok.unnes.id/Alenzty.pengertian manajemen kelas
[6] Pdf Suharsimi Arikunto,pengelolahan kelas dan siswa.jakarta:rajawali,1992hal 114
[7] http://students.blok.unnes.id/Alenzty.pengertian manajemen kelas
[8] http://students.blok.unnes.id/Alenzty.pengertian manajemen kelas
[9] Pdf Suharsimi Arikunto,pengelolahan kelas dan siswa.jakarta:rajawali,1992hal 114
[10] Pdf Suharsimi Arikunto,pengelolahan kelas dan siswa.jakarta:rajawali,1992 hal 184
[11] Pdf Suharsimi Arikunto,pengelolahan kelas dan siswa.jakarta:rajawali,1992 hal 185
[12] Pdf Suharsimi Arikunto,pengelolahan kelas dan siswa.jakarta:rajawali,1992 hal 185
[13] Pdf Suharsimi Arikunto,pengelolahan kelas dan siswa.jakarta:rajawali,1992 hal 185
[14] Pdf Suharsimi Arikunto,pengelolahan kelas dan siswa.jakarta:rajawali,1992 hal 185
[15] http://namakusyamsul44.blogspot.com


Rabu, 01 Februari 2017

KEISTIMEWAAN MANHAJ DAN IDEOLOGI ISLAM

kedatangan islam merupakan pembeda zamannya dengan zaman2 sebelumnya. Perbedaan tegas itu sering di  kenal dgn istilah "terputusnya" peradaban. Sebelum islam islam telah muncul berbagai agama, dan masa ke hadiran islam kemudian di kenal sebagai masa yg penuh petunjuk bagi manusia. Pengamat yg tajam akan merasakan bahwa ke hadiran islam membawa perbedaan yang jauh dalam segi ajaran, tadisi, nilai, kebiasaan hidup, akhlaq, dan muamalah yg sebelumnya tdk pernah di kenal.
    Akan tetapi, para westernis berusaha menggambarkan islam utk sama saja dgn agama2 lain tanpa melihat hakikatnya. Menurut mereka, islam sama saja dgn agama lain yg masih memerlukn penyempurnaan dan penambahan ajaran. Wajar saja jika kasus tersebut terjadi di barat dalam konteks kristen karena agama itu minus ajaran. Ketika berhadapan dgn perkembangan zaman, kristen harus mengadakan penambahan serta perubahan agar sesuai dgn tuntutan zaman. Jelas, usaha tersebut tdk dapat di terapkan pada islam, baik dalam syariatnya maupun dlam bahasa arab yg membawa amanat AL_QUR'AN.
      Sesungguhnya, usaha mencampuradukan konsep ajaran yg satu dgn yg lain akan berakibat fatal. Begitu juga dgn konsep yg ingin menyamakan konsep islam dgn konsep demokrasi atau sosial. Konsep tersebut tdk dapat di pungkiri, Islam adalah syariat allah yang rabbani dan tetap monumental jika di bandingkan dgn ideologi ideologi lain yg akn berguguran jika terkena kritik zaman atau goncangan. Pantas saja jika ideologi-ideologi selain islam membutuhkan penghilangan di satu sisi dan penambahan di sisi lain. Demikian juga dgn usaha-usaha yg di lakukan orang yg berbaju islam dan mengaku memiliki semangat islam serta berdalih melihat kenyataan secara objectif agar memperoleh sambutan dari kelompok kelompok pembaharu dan ilmuan-ilmuan asing yg pura-pura baik kepada islam. Mereka berharapan akan sampai pada tujuan menghancurkan tabir serta nilai-nilai esensial yg membedakan islam dgn agama-agama lain sehingga islam tidak dapat lagi berdiri kokoh di antara madzheb dan ideologi lain. Yg jelas, walaupun memiliki nama yg beragam, usaha-usaha tersebut berujuan untuk mempertemukan dua kubu dgn anggapan bahwa perbedaan antara islam dan pemikiran arab sedikit sekali atau melalui dialog anatara islam dgn agama lain. Padahal, merekapun sudah sejak dulu memahami, sumber-sumber agama yg akan di perbandingkan tersebut sudah jelas-jelas berbeda.
       Memang benar bahwa, pada prinsipnya, agama allah itu satu dan seluruh pemikiran manusia di dasarkan pada prinsip risalah para nabi. Namun, harus kita akui, dalam perkembangannya, agama-agama tersebut mengalami berbagai perubahan. Selain perubahan dalam ciri-ciri khususnya, terbentuk pula kesenjangan antara agama-agama terdahulu dgn agama islam sehingga muncullah tesis serta analisis seperti politisme, peganisme, filsafat, sekte aliran, atau ideologi yg memisahkan ruh dari materi. Masyarakatpun bergerak dari ketuhanan menuju revolusi seksual seiring dgn munculnya ateisme, permisivisme, madzheb porno dan cabul, eksistensialisme, dan madzheb-madzheb lain seperti freud, sartre, dewey, durkheim, marx, dan machiavelli. Semuanya simpang siur dalam pemikiran barat kristen dalam kurun waktu yg cukup lama, yaitu selama 3 abad dan sempat mewariskan pengaruhnya dalam bidang politik, social, ekonomi, dan pendidikan.
       Melihat kenyataan itu, bagai mana mungkin kita mengatakan pemikiran islam itu sejalan dgn barat??? Dan bagai mana mungkin islam dapat melestarikan warisan jika harus mengambil pemikiran barat yg jjelas berbeda dlam segi tauhid, akhlaq, syura, keadilan sosial, serta prinsip persaudaraan antar manusianya? Selain itu masih banyak perbedaan yg lain, seperti konsep tanggung jawab mnusia di bumi, tanggung jawab individu, komitmen moral, kebangkitan setelah mati, hari perhitungan dan pembalasan, peran peradaban, sains, distribusi kekayaan, serta pembangunan masyarakat.
     Pada dasarnya peradaban yg mencolok anatara pemikiran islam dan barat dewasa ini terfokus pada liberalisme, marxisme( ajaranpolitik komonisme). Perbedaan tersebut sangat jauh jika di bandingkn dgn perbedaan islam dgn pemikiran Yunani, persia, dan india yg di anggap telah mati karena tidak melahirkan Peradaban apapun. Lain halnya pemikiran barat yg dewasa ini tampak memaksakan dominasi dirinya atas dunia islam karena barat melahirkan peradaban material yg canggih dan memukau, baik dalam bidang pendidikan, kebudayaan, maupun pers.
      Sesungguhnya, sikap membuka diri terhadap pemikiran barat harus di batasi untk bidang-bidang memang kita tengah perlukan dalam kondisi yg membebaskan kita menerima hal-hal yang hanya kita butuhkan berupa bahan mentah yang siap kita ramu sehingga tak akan mengubah esensi umat islam atau membiasakan eksistensi umat yang murni.
      Yang kita butuhkan dari barat hanyalah ilmu-ilmu dan eksprimen, bukan tata cara hidup, etika, atau konsep-konsep ke masyarakatan. Kita hanya membutuhkan sarana dan peralatan, bukan manhaj. Tak ada satu pihak pun yg berhak memaksa umat islam menerima cara hidup dan moralitas Barat. Tak ada satu bangsa pun yg mengambil alih peradaban untuk hancur bersama-sama. Tentu saja, umat islam pun meniatkan untuk menghindarkan hal seperti itu.